Monday, February 9, 2026

Penutupan KKM 85 MITSEVA Desa Pojok Dirangkaikan dengan Peluncuran Aplikasi Sigap Pojok

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 85 MITSEVA resmi ditutup pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Pojok. Acara penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus momentum istimewa dengan diluncurkannya sebuah inovasi digital bertajuk "Sigap Pojok".

Peluncuran aplikasi Sigap Pojok menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Acara ini turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kapolsek setempat, Bapak Camat, Ibu PJ Kepala Desa Pojok, serta jajaran perangkat desa lainnya. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi masyarakat desa.

Sigap Pojok hadir sebagai aplikasi kentongan digital yang dirancang untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial warga Desa Pojok. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk saling terhubung secara cepat dalam situasi darurat, sehingga respons terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan lebih sigap dan terkoordinasi.

Inovasi yang digagas oleh mahasiswa KKM 85 MITSEVA ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan para tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, para petinggi desa menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa, serta menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan aplikasi Sigap Pojok ke depannya agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Selain menjadi ajang peresmian aplikasi, kegiatan penutupan KKM juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan, refleksi perjalanan pengabdian, serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program KKM. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai akhir kegiatan, menandai terjalinnya hubungan yang erat antara mahasiswa dan warga Desa Pojok.

Melalui penutupan ini, KKM 85 MITSEVA berharap seluruh program yang telah dijalankan, termasuk hadirnya aplikasi Sigap Pojok, dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan desa mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Kolaborasi KKM 85 MITSEVA dan KKM UNIDHA Desa Pojok Gelar Edukasi Anti-Bullying di SDN 01 Pojok

Dalam upaya menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya sikap saling menghargai, KKM 85 MITSEVA berkolaborasi dengan KKM UNIDHA Desa Pojok menggelar kegiatan edukasi anti-bullying pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 01 Pojok dengan melibatkan siswa kelas 5 dan 6 sebagai peserta utama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai bullying, mulai dari pengertian, bentuk-bentuk, hingga dampak yang dapat ditimbulkan. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh adik-adik. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran animasi bertema anti-bullying yang menggambarkan situasi sehari-hari di lingkungan sekolah sekaligus menyampaikan pesan moral tentang empati dan kepedulian.

Usai menonton animasi, para peserta diajak mengikuti kuis berhadiah seputar materi yang telah disampaikan. Pada sesi ini, terlihat jelas bahwa antusiasme adik-adik tidak semata-mata karena hadiah. Mereka menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi, dibuktikan dengan banyaknya jawaban benar yang diberikan. Hal tersebut menjadi indikator bahwa adik-adik benar-benar menyimak dan memahami pesan yang disampaikan selama kegiatan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi diri yang menjadi bagian paling mengharukan. Dalam sesi ini, adik-adik didampingi oleh kakak-kakak KKM untuk menuangkan pengalaman serta memori mereka terkait bullying dalam bentuk catatan kecil (note). Mereka diberi ruang aman untuk bercerita, mengekspresikan perasaan, bahkan untuk menangis. Beberapa di antaranya memilih memeluk kakak-kakak KKM sebagai bentuk kelegaan dan rasa nyaman. Momen refleksi tersebut menghadirkan suasana yang penuh penuh empati, menggambarkan kuatnya nilai saling melindungi dan memahami. 


Melalui kolaborasi ini, KKM 85 MITSEVA dan KKM UNIDHA Desa Pojok berharap dapat menumbuhkan keberanian untuk bersuara, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh siswa. 

Tuesday, February 3, 2026

Menyalakan Panggung Perdana TPQ Rahmatullah Bersama KKM 85 MITSEVA

Sabtu malam, 31 Januari 2026, TPQ Rahmatullah untuk pertama kalinya menyelenggarakan acara haflah sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Malam itu menjadi momen bersejarah bagi TPQ Rahmatullah, karena untuk kali pertama para santri tampil dalam sebuah pentas yang dikemas secara terbuka.

Dalam momentum berharga tersebut, mahasiswa kelompok KKM 85 MITSEVA turut ambil bagian dalam menyemarakkan acara. Kehadiran kami bukan sekadar sebagai tamu, tetapi terlibat langsung dalam proses persiapan hingga pelaksanaan. Pengasuh TPQ Rahmatullah menaruh harapan besar kepada kami untuk membantu melatih adik-adik santri sekaligus mendampingi jalannya acara sebagai protokoler.

Awalnya, rasa ragu sempat menyelimuti kami. Pengalaman dalam dunia pementasan yang masih minim membuat kami mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Namun, kepercayaan penuh yang diberikan oleh pengasuh TPQ menjadi suntikan semangat tersendiri. Dengan keyakinan tersebut, kami berusaha memberikan yang terbaik, mendampingi para ustadzah dalam melatih santri sore hari menjelang acara.

Kerja sama yang terjalin akhirnya membuahkan hasil manis. Pada malam pelaksanaan, suasana TPQ Rahmatullah tampak begitu hidup. Antusiasme para santri terpancar jelas dari setiap penampilan yang mereka suguhkan. Rasa haru pun tak terelakkan ketika satu per satu adik-adik tampil dengan penuh percaya diri di hadapan para wali santri dan masyarakat sekitar.

Penampilan yang ditampilkan sangat beragam, sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing, mulai dari kelas jilid hingga kelas Al-Qur’an. Ada yang tampil menyanyi bersama, membacakan puisi, melantunkan sholawat, hingga penampilan kreatif lainnya. Keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa setiap santri memiliki potensi yang dapat dikembangkan ketika diberi ruang dan dukungan.

Di penghujung acara, pengasuh TPQ Rahmatullah menyampaikan rasa terima kasih yang begitu tulus.

“... Mungkin jika bukan karena mas dan mbak KKM, acara ini tidak akan semeriah dan se-modern ini, ...” tuturnya.

Acara yang pada awalnya diliputi keraguan tersebut akhirnya dapat terlaksana dengan maksimal. Keberhasilan ini tentu bukan hanya hasil dari tekad panitia dan mahasiswa KKM, tetapi juga berkat dukungan penuh masyarakat, baik secara finansial maupun emosional. Dukungan itulah yang menjadi fondasi kuat dalam menyukseskan haflah dan peringatan Isra’ Mi’raj TPQ Rahmatullah.

Melalui kegiatan ini, KKM MITSEVA belajar bahwa kolaborasi, kepercayaan, dan kepedulian sosial mampu melahirkan sesuatu yang bermakna, bukan hanya bagi lembaga, tetapi juga bagi tumbuhnya kepercayaan diri generasi penerus.


Sunday, January 18, 2026

Bukan Sekadar Fun Game, Lomba Badminton KKM MITSEVA Jadi Ajang Kebersamaan dan Sportivitas Warga Desa Pojok

Lapangan badminton Desa Pojok mendadak menjadi pusat perhatian warga pada pertengahan Januari 2026. Setelah sekian lama, akhirnya lapangan kembali hidup melalui kelompok KKM MITSEVA yang menyelenggarakan lomba badminton ganda campuran tingkat desa dengan konsep fun game yang dikemas santai, tetapi tetap menjunjung sportivitas. 



Kegiatan ini secara resmi dibuka sekaligus mulai dilaksanakan pada 14 Januari 2026 dan berlangsung selama dua hari hingga 15 Januari 2026. Turnamen ini diikuti oleh perwakilan dari setiap RT di Desa Pojok, dengan kepanitiaan yang sepenuhnya ditangani oleh mahasiswa KKM MITSEVA. Bagi warga Desa Pojok, ajang ini menjadi pengalaman baru, sebab ini merupakan turnamen badminton pertama yang digagas oleh kelompok KKM di desa tersebut. 

Meski digagas dan dijalankan secara mandiri oleh KKM MITSEVA, terselenggaranya kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sebagian kebutuhan pendanaan kegiatan turut mendapatkan bantuan dari pejabat Desa Pojok, yakni Ibu PJ Desa serta Bapak PJ Desa pada periode sebelumnya, yang memberikan dukungan moril maupun materil. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus penyemangat bagi panitia untuk tetap melanjutkan kegiatan hingga terlaksana dengan baik.

Di balik kemeriahan yang terlihat, perjalanan menuju hari pelaksanaan tidaklah mudah. Sejak tahap persiapan hingga menjelang hari H, berbagai keraguan dan rasa pesimis sempat menghantui panitia. Puncaknya terjadi saat technical meeting yang dilaksanakan sehari sebelum pertandingan dimulai. 

Dalam forum tersebut, panitia menjelaskan secara rinci mengenai aturan permainan, alur pertandingan, serta konsep lomba yang diusung. Forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi para ketua RT dan peserta untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mereka. 

Tak dapat dimungkiri, pro dan kontra pun muncul. Salah satu tokoh desa menyampaikan pandangannya bahwa aturan yang ditetapkan panitia dinilai kurang menunjukkan sisi kompetitif. Ia juga menyoroti tantangan dalam mencari pasangan ganda campuran, terutama dari kalangan perempuan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membebani peserta laki-laki. 

Menanggapi hal tersebut, panitia dengan tenang menjelaskan bahwa konsep lomba ini sejak awal memang bukan untuk kompetisi serius, melainkan sekadar fun game untuk menciptakan keseruan dan kebersamaan. “Sebenarnya ini konsepnya hanya sekadar fun game saja, Pak. Untuk keseruan semata,” ujar perwakilan panitia. 

Diskusi sempat berlangsung cukup hangat. Namun pada akhirnya, seluruh pihak sepakat untuk mengikuti aturan panitia. Dengan kesadaran bahwa kegiatan ini ditujukan sebagai hiburan dan ajang silaturahmi, warga memilih untuk menjalani lomba dengan santai, tanpa menghilangkan nilai sportivitas. 

Meski sempat merasa down akibat beberapa komentar, semangat KKM MITSEVA tidak luntur. Dukungan justru datang dari warga yang melihat sisi positif kegiatan ini. “Bagus loh, Kak, inisiatifnya. Programnya bagus, dengan kegiatan ini warga Desa Pojok bisa berkumpul. Jarang sekali ada momen seperti ini,” ungkap salah satu istri peserta lomba. Pernyataan tersebut menjadi penguat bahwa apa yang dilakukan KKM MITSEVA bukanlah hal sia-sia. 

Seperti kata pepatah "Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil," usaha dan ketekunan panitia akhirnya terbayar. Hal itu terbukti pada hari pelaksanaan, meskipun terdapat beberapa peserta yang berhalangan hadir, acara tetap berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta tampil tidak setengah-setengah. Mereka mempersiapkan diri dengan latihan, bahkan memperhatikan atribut yang digunakan saat bertanding. 

Tak hanya peserta lomba, para perangkat dan tokoh Desa Pojok turut ambil bagian dalam fun match sebagai hiburan sekaligus pelepas ketegangan menjelang babak final. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri dan sukses menciptakan tawa serta sorak sorai penonton. 

Menariknya lagi, dari ajang yang awalnya hanya bertujuan sebagai fun game, warga mulai melihat munculnya bibit-bibit atlet badminton di Desa Pojok. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana pun dapat menjadi ruang untuk mengenali potensi generasi desa, khususnya di bidang olahraga. 

Lebih dari sekadar permainan, lomba badminton ganda campuran ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga, mempererat hubungan sosial, serta menghadirkan ruang kebersamaan yang selama ini jarang terwujud. Lapangan badminton bukan hanya tempat bertanding, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebahagiaan warga Desa Pojok. 

Tuesday, January 6, 2026

Pendampingan Bahasa Arab di TPQ Rahmatullah sebagai Ikhtiar KKM 85 MITSEVA dalam Membangun Minat Berbahasa


Pada 5 Januari 2025, mahasiswa KKM MITSEVA kembali melanjutkan rangkaian program kerja di bidang pendidikan dengan melakukan pendampingan pembelajaran di TPQ Rahmatullah. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari, setelah sebelumnya mahasiswa KKM turut mendampingi santri di TPQ Baiturrahman. Kehadiran KKM MITSEVA di TPQ Rahmatullah disambut dengan baik oleh pihak pengasuh, yang memberikan kepercayaan penuh kepada mahasiswa untuk merancang dan melaksanakan program pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan potensi santri. 

Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa KKM MITSEVA untuk menginisiasi program pendampingan berbahasa Arab. Program ini dirancang sebagai upaya pengenalan bahasa Arab secara sederhana, menyenangkan, dan kontekstual bagi santri TPQ, mengingat bahasa Arab memiliki keterkaitan erat dengan pembelajaran keagamaan yang mereka pelajari sehari-hari. 

Pada hari pertama pelaksanaan, seluruh santri dikumpulkan untuk mengikuti sesi perkenalandari dan orientasi program. Mahasiswa KKM memperkenalkan diri sekaligus memberikan gambaran umum mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pendampingan di TPQ Rahmatullah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kosakata dasar bahasa Arab menggunakan metode drill sebagai tahap awal atau pemanasan. Metode ini dipilih untuk membantu santri mengenal bunyi, pelafalan, serta makna kosakata secara berulang dan bertahap. 

Pendampingan bahasa Arab ini difokuskan pada santri usia Sekolah Dasar (SD). Adapun santri yang berusia di bawahnya belum menjadi sasaran utama, mengingat mahasiswa KKM menilai perlunya pendekatan dan metode khusus dalam pemberian bahasa asing bagi anak usia dini. Dengan pembatasan tersebut, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kemampuan perkembangan santri. 


Untuk kegiatan selanjutnya, mahasiswa KKM MITSEVA merencanakan pendampingan yang lebih intensif dengan memperbanyak latihan kosakata. Pembelajaran akan diawali dengan aktivitas-aktivitas menyenangkan, seperti bernyanyi bersama, permainan bahasa, serta interaksi ringan, agar santri tidak merasa jenuh dan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, setiap pekan akan dilakukan evaluasi sederhana terhadap materi yang telah diberikan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana santri mampu memahami dan mengingat kosakata bahasa Arab yang telah dipelajari, sekaligus menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa dalam menyempurnakan metode pendampingan.

Kami juga berharap program ini dapat menjadi fondasi awal yang menyenangkan bagi santri dalam mempelajari bahasa Arab, sehingga mereka tidak memandangnya sebagai pelajaran yang sulit atau membosankan. Lebih dari itu, kami berharap kehadiran KKM MITSEVA mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta meninggalkan dampak positif dan berkelanjutan bagi TPQ Rahmatullah dan para santrinya.

Monday, January 5, 2026

Belajar Sambil Bermain: Pendampingan PKBM Santri TPQ Baiturrahman oleh Mahasiswa KKM 85 MITSEVA

Senin pagi, 5 Januari 2025, mahasiswa KKM 85 MITSEVA melaksanakan program kerja perdana dari bidang pendidikan, yakni Pendampingan PKBM bagi santri TPQ Baiturrahman. Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil observasi awal yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus menjadi langkah awal kami dalam berkontribusi pada dunia pendidikan masyarakat.

 

Pendampingan ini difokuskan pada kegiatan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang berfungsi sebagai wadah pendidikan formal dasar bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya berperan sebagai pendamping belajar, tetapi juga berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan ramah anak. 

Berdasarkan arahan dan masukan dari Ketua TPQ Baiturrahman, mahasiswa KKM dianjurkan untuk mengisi kegiatan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan variatif, agar santri tidak merasa jenuh. Oleh karena itu, pada hari pertama pendampingan, kegiatan diawali dengan menyanyi bersama yang disertai gerakan-gerakan sederhana dan variatif. 

Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat belajar adik-adik santri sekaligus menjadi sarana peregangan setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, aktivitas menyanyi dan bergerak bersama juga berperan dalam melatih berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari motorik kasar dan halus melalui koordinasi tubuh, kognitif melalui daya ingat dan pengayaan kosakata, hingga sosial-emosional seperti kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi. 

Pada hari-hari berikutnya, pendampingan PKBM akan diselingi dengan beragam aktivitas kreatif lainnya. Untuk santri TPQ yang berusia PAUD, kegiatan akan difokuskan pada aktivitas seperti menempel, bermain origami, serta permainan edukatif sederhana yang merangsang kreativitas dan imajinasi anak. 

Sementara itu, santri yang berusia TK akan mendapatkan materi yang lebih menekankan pada penguatan kemampuan kognitif dan motorik. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan kartu domino berbasis warna sebagai media pembelajaran yang dirancang untuk melatih kemampuan mengenal warna, bentuk, serta koordinasi motorik halus anak. 

Menariknya, kartu domino berbasis warna tersebut tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran selama program berlangsung, tetapi juga direncanakan untuk menjadi wakaf edukatif bagi TPQ Baiturrahman, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para santri di kemudian hari.


Melalui program pendampingan PKBM ini, kami sebagai mahasiswa KKM MITSEVA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung proses belajar santri TPQ Baiturrahman, khususnya dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kreatif. Kami juga berharap program ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan lembaga pendidikan masyarakat, sehingga kehadiran KKM tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi mampu meninggalkan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungan TPQ.







Sunday, January 4, 2026

Sepak Terjang BKMM di Masjid Baitul Muqaddam Telah Menginspirasi Mahasiswa KKM 85 MITSEVA akan Rasa Kepedulian

 

Masjid bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial umat. Gambaran inilah yang kini terasa kuat di Baitul Muqaddam. Sejak BKMM diaktifkan pada tahun 2022, masjid ini perlahan mengalami perubahan signifikan yang tidak hanya dari segi aktivitas keagamaan, tetapi juga dalam peran sosialnya di tengah masyarakat.

BKMM hadir sebagai pegiat masjid yang tidak sekadar mengisi agenda seremonial, melainkan membangun ekosistem masjid yang ramah, aktif, dan fungsional. Sejumlah kegiatan rutin diselenggarakan, mulai dari Jumat Berkah hingga peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Hari Santri. Kehadiran program-program tersebut menjadikan masjid semakin hidup dan terbuka bagi berbagai kalangan.

Salah satu program yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat adalah Jumat Berkah. Program ini tidak hanya menghadirkan nilai ibadah melalui sedekah dan berbagi, tetapi juga menjadi sarana menghidupkan masjid secara nyata. Antusiasme jamaah pun meningkat dari waktu ke waktu.

Bu Soliha, salah satu anggota BKMM di Masjid Baitul Muqaddam, mengungkapkan bahwa keberadaan Jumat Berkah membawa perubahan besar.

“Alhamdulillah, semenjak ada Jumat Berkah jamaah sholat Jumat melonjak banget. Terutama anak-anak jadi rajin, bahkan anak-anak yang biasanya keluyuran juga banyak yang mampir ikut sholat,” tuturnya.

Selain berdampak pada peningkatan jumlah jamaah, Jumat Berkah juga menyentuh aspek yang kerap luput dari perhatian, yakni kenyamanan dan keamanan jamaah. Sejak program ini berjalan, pengelolaan parkir di lingkungan masjid menjadi lebih aman, mengingat sebelumnya sering pernah terjadi pencurian. Para pegiat BKMM turut mengakomodasi kebutuhan tersebut, terutama saat jumlah jamaah meningkat tajam pada hari Jumat.

Hal sederhana seperti pengamanan parkir ini memberi dampak besar. Jamaah merasa lebih tenang dan nyaman saat beribadah tanpa kekhawatiran terhadap kendaraannya. Inisiatif ini menunjukkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus melalui program besar dan formal, melainkan juga melalui kepedulian pada kebutuhan praktis jamaah.


Melalui berbagai kegiatan yang digerakkan BKMM, Masjid Baitul Muqaddam kini tampil sebagai ruang publik religius yang inklusif. Selain diramaikan oleh doa, tetapi juga kepedulian, kebersamaan, dan rasa aman membersamai suasana lingkup masjid Baitul Muqaddam. Pengalaman inilah yang kemudian menginspirasi mahasiswa KKM 85 MITSEVA untuk memahami bahwa memakmurkan masjid adalah bagian dari pengabdian sosial yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penutupan KKM 85 MITSEVA Desa Pojok Dirangkaikan dengan Peluncuran Aplikasi Sigap Pojok

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 85 MITSEVA resmi ditutup pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Pojok. Acara ...