Masjid bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial umat. Gambaran inilah yang kini terasa kuat di Baitul Muqaddam. Sejak BKMM diaktifkan pada tahun 2022, masjid ini perlahan mengalami perubahan signifikan yang tidak hanya dari segi aktivitas keagamaan, tetapi juga dalam peran sosialnya di tengah masyarakat.
BKMM hadir sebagai pegiat masjid yang tidak sekadar mengisi agenda seremonial, melainkan membangun ekosistem masjid yang ramah, aktif, dan fungsional. Sejumlah kegiatan rutin diselenggarakan, mulai dari Jumat Berkah hingga peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Hari Santri. Kehadiran program-program tersebut menjadikan masjid semakin hidup dan terbuka bagi berbagai kalangan.
Salah satu program yang paling dirasakan
dampaknya oleh masyarakat adalah Jumat Berkah.
Program ini tidak hanya menghadirkan nilai ibadah melalui sedekah dan berbagi,
tetapi juga menjadi sarana menghidupkan masjid secara nyata. Antusiasme jamaah
pun meningkat dari waktu ke waktu.
Bu Soliha, salah satu anggota BKMM di Masjid
Baitul Muqaddam, mengungkapkan bahwa keberadaan Jumat Berkah membawa perubahan besar.
“Alhamdulillah,
semenjak ada Jumat Berkah jamaah sholat Jumat melonjak banget. Terutama
anak-anak jadi rajin, bahkan anak-anak yang biasanya keluyuran juga banyak yang
mampir ikut sholat,” tuturnya.
Selain berdampak pada peningkatan jumlah jamaah, Jumat Berkah juga menyentuh aspek yang kerap luput dari perhatian, yakni kenyamanan dan keamanan jamaah. Sejak program ini berjalan, pengelolaan parkir di lingkungan masjid menjadi lebih aman, mengingat sebelumnya sering pernah terjadi pencurian. Para pegiat BKMM turut mengakomodasi kebutuhan tersebut, terutama saat jumlah jamaah meningkat tajam pada hari Jumat.
Hal sederhana seperti pengamanan parkir ini memberi dampak besar. Jamaah merasa lebih tenang dan nyaman saat beribadah tanpa kekhawatiran terhadap kendaraannya. Inisiatif ini menunjukkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus melalui program besar dan formal, melainkan juga melalui kepedulian pada kebutuhan praktis jamaah.
Melalui berbagai kegiatan yang digerakkan BKMM, Masjid Baitul Muqaddam kini tampil sebagai ruang publik religius yang inklusif. Selain diramaikan oleh doa, tetapi juga kepedulian, kebersamaan, dan rasa aman membersamai suasana lingkup masjid Baitul Muqaddam. Pengalaman inilah yang kemudian menginspirasi mahasiswa KKM 85 MITSEVA untuk memahami bahwa memakmurkan masjid adalah bagian dari pengabdian sosial yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.



No comments:
Post a Comment