Sunday, January 18, 2026

Bukan Sekadar Fun Game, Lomba Badminton KKM MITSEVA Jadi Ajang Kebersamaan dan Sportivitas Warga Desa Pojok

Lapangan badminton Desa Pojok mendadak menjadi pusat perhatian warga pada pertengahan Januari 2026. Setelah sekian lama, akhirnya lapangan kembali hidup melalui kelompok KKM MITSEVA yang menyelenggarakan lomba badminton ganda campuran tingkat desa dengan konsep fun game yang dikemas santai, tetapi tetap menjunjung sportivitas. 



Kegiatan ini secara resmi dibuka sekaligus mulai dilaksanakan pada 14 Januari 2026 dan berlangsung selama dua hari hingga 15 Januari 2026. Turnamen ini diikuti oleh perwakilan dari setiap RT di Desa Pojok, dengan kepanitiaan yang sepenuhnya ditangani oleh mahasiswa KKM MITSEVA. Bagi warga Desa Pojok, ajang ini menjadi pengalaman baru, sebab ini merupakan turnamen badminton pertama yang digagas oleh kelompok KKM di desa tersebut. 

Meski digagas dan dijalankan secara mandiri oleh KKM MITSEVA, terselenggaranya kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sebagian kebutuhan pendanaan kegiatan turut mendapatkan bantuan dari pejabat Desa Pojok, yakni Ibu PJ Desa serta Bapak PJ Desa pada periode sebelumnya, yang memberikan dukungan moril maupun materil. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus penyemangat bagi panitia untuk tetap melanjutkan kegiatan hingga terlaksana dengan baik.

Di balik kemeriahan yang terlihat, perjalanan menuju hari pelaksanaan tidaklah mudah. Sejak tahap persiapan hingga menjelang hari H, berbagai keraguan dan rasa pesimis sempat menghantui panitia. Puncaknya terjadi saat technical meeting yang dilaksanakan sehari sebelum pertandingan dimulai. 

Dalam forum tersebut, panitia menjelaskan secara rinci mengenai aturan permainan, alur pertandingan, serta konsep lomba yang diusung. Forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi para ketua RT dan peserta untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mereka. 

Tak dapat dimungkiri, pro dan kontra pun muncul. Salah satu tokoh desa menyampaikan pandangannya bahwa aturan yang ditetapkan panitia dinilai kurang menunjukkan sisi kompetitif. Ia juga menyoroti tantangan dalam mencari pasangan ganda campuran, terutama dari kalangan perempuan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membebani peserta laki-laki. 

Menanggapi hal tersebut, panitia dengan tenang menjelaskan bahwa konsep lomba ini sejak awal memang bukan untuk kompetisi serius, melainkan sekadar fun game untuk menciptakan keseruan dan kebersamaan. “Sebenarnya ini konsepnya hanya sekadar fun game saja, Pak. Untuk keseruan semata,” ujar perwakilan panitia. 

Diskusi sempat berlangsung cukup hangat. Namun pada akhirnya, seluruh pihak sepakat untuk mengikuti aturan panitia. Dengan kesadaran bahwa kegiatan ini ditujukan sebagai hiburan dan ajang silaturahmi, warga memilih untuk menjalani lomba dengan santai, tanpa menghilangkan nilai sportivitas. 

Meski sempat merasa down akibat beberapa komentar, semangat KKM MITSEVA tidak luntur. Dukungan justru datang dari warga yang melihat sisi positif kegiatan ini. “Bagus loh, Kak, inisiatifnya. Programnya bagus, dengan kegiatan ini warga Desa Pojok bisa berkumpul. Jarang sekali ada momen seperti ini,” ungkap salah satu istri peserta lomba. Pernyataan tersebut menjadi penguat bahwa apa yang dilakukan KKM MITSEVA bukanlah hal sia-sia. 

Seperti kata pepatah "Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil," usaha dan ketekunan panitia akhirnya terbayar. Hal itu terbukti pada hari pelaksanaan, meskipun terdapat beberapa peserta yang berhalangan hadir, acara tetap berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta tampil tidak setengah-setengah. Mereka mempersiapkan diri dengan latihan, bahkan memperhatikan atribut yang digunakan saat bertanding. 

Tak hanya peserta lomba, para perangkat dan tokoh Desa Pojok turut ambil bagian dalam fun match sebagai hiburan sekaligus pelepas ketegangan menjelang babak final. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri dan sukses menciptakan tawa serta sorak sorai penonton. 

Menariknya lagi, dari ajang yang awalnya hanya bertujuan sebagai fun game, warga mulai melihat munculnya bibit-bibit atlet badminton di Desa Pojok. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana pun dapat menjadi ruang untuk mengenali potensi generasi desa, khususnya di bidang olahraga. 

Lebih dari sekadar permainan, lomba badminton ganda campuran ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga, mempererat hubungan sosial, serta menghadirkan ruang kebersamaan yang selama ini jarang terwujud. Lapangan badminton bukan hanya tempat bertanding, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebahagiaan warga Desa Pojok. 

Tuesday, January 6, 2026

Pendampingan Bahasa Arab di TPQ Rahmatullah sebagai Ikhtiar KKM 85 MITSEVA dalam Membangun Minat Berbahasa


Pada 5 Januari 2025, mahasiswa KKM MITSEVA kembali melanjutkan rangkaian program kerja di bidang pendidikan dengan melakukan pendampingan pembelajaran di TPQ Rahmatullah. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari, setelah sebelumnya mahasiswa KKM turut mendampingi santri di TPQ Baiturrahman. Kehadiran KKM MITSEVA di TPQ Rahmatullah disambut dengan baik oleh pihak pengasuh, yang memberikan kepercayaan penuh kepada mahasiswa untuk merancang dan melaksanakan program pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan potensi santri. 

Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa KKM MITSEVA untuk menginisiasi program pendampingan berbahasa Arab. Program ini dirancang sebagai upaya pengenalan bahasa Arab secara sederhana, menyenangkan, dan kontekstual bagi santri TPQ, mengingat bahasa Arab memiliki keterkaitan erat dengan pembelajaran keagamaan yang mereka pelajari sehari-hari. 

Pada hari pertama pelaksanaan, seluruh santri dikumpulkan untuk mengikuti sesi perkenalandari dan orientasi program. Mahasiswa KKM memperkenalkan diri sekaligus memberikan gambaran umum mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pendampingan di TPQ Rahmatullah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kosakata dasar bahasa Arab menggunakan metode drill sebagai tahap awal atau pemanasan. Metode ini dipilih untuk membantu santri mengenal bunyi, pelafalan, serta makna kosakata secara berulang dan bertahap. 

Pendampingan bahasa Arab ini difokuskan pada santri usia Sekolah Dasar (SD). Adapun santri yang berusia di bawahnya belum menjadi sasaran utama, mengingat mahasiswa KKM menilai perlunya pendekatan dan metode khusus dalam pemberian bahasa asing bagi anak usia dini. Dengan pembatasan tersebut, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kemampuan perkembangan santri. 


Untuk kegiatan selanjutnya, mahasiswa KKM MITSEVA merencanakan pendampingan yang lebih intensif dengan memperbanyak latihan kosakata. Pembelajaran akan diawali dengan aktivitas-aktivitas menyenangkan, seperti bernyanyi bersama, permainan bahasa, serta interaksi ringan, agar santri tidak merasa jenuh dan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, setiap pekan akan dilakukan evaluasi sederhana terhadap materi yang telah diberikan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana santri mampu memahami dan mengingat kosakata bahasa Arab yang telah dipelajari, sekaligus menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa dalam menyempurnakan metode pendampingan.

Kami juga berharap program ini dapat menjadi fondasi awal yang menyenangkan bagi santri dalam mempelajari bahasa Arab, sehingga mereka tidak memandangnya sebagai pelajaran yang sulit atau membosankan. Lebih dari itu, kami berharap kehadiran KKM MITSEVA mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta meninggalkan dampak positif dan berkelanjutan bagi TPQ Rahmatullah dan para santrinya.

Monday, January 5, 2026

Belajar Sambil Bermain: Pendampingan PKBM Santri TPQ Baiturrahman oleh Mahasiswa KKM 85 MITSEVA

Senin pagi, 5 Januari 2025, mahasiswa KKM 85 MITSEVA melaksanakan program kerja perdana dari bidang pendidikan, yakni Pendampingan PKBM bagi santri TPQ Baiturrahman. Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil observasi awal yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus menjadi langkah awal kami dalam berkontribusi pada dunia pendidikan masyarakat.

 

Pendampingan ini difokuskan pada kegiatan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang berfungsi sebagai wadah pendidikan formal dasar bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya berperan sebagai pendamping belajar, tetapi juga berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan ramah anak. 

Berdasarkan arahan dan masukan dari Ketua TPQ Baiturrahman, mahasiswa KKM dianjurkan untuk mengisi kegiatan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan variatif, agar santri tidak merasa jenuh. Oleh karena itu, pada hari pertama pendampingan, kegiatan diawali dengan menyanyi bersama yang disertai gerakan-gerakan sederhana dan variatif. 

Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat belajar adik-adik santri sekaligus menjadi sarana peregangan setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, aktivitas menyanyi dan bergerak bersama juga berperan dalam melatih berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari motorik kasar dan halus melalui koordinasi tubuh, kognitif melalui daya ingat dan pengayaan kosakata, hingga sosial-emosional seperti kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi. 

Pada hari-hari berikutnya, pendampingan PKBM akan diselingi dengan beragam aktivitas kreatif lainnya. Untuk santri TPQ yang berusia PAUD, kegiatan akan difokuskan pada aktivitas seperti menempel, bermain origami, serta permainan edukatif sederhana yang merangsang kreativitas dan imajinasi anak. 

Sementara itu, santri yang berusia TK akan mendapatkan materi yang lebih menekankan pada penguatan kemampuan kognitif dan motorik. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan kartu domino berbasis warna sebagai media pembelajaran yang dirancang untuk melatih kemampuan mengenal warna, bentuk, serta koordinasi motorik halus anak. 

Menariknya, kartu domino berbasis warna tersebut tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran selama program berlangsung, tetapi juga direncanakan untuk menjadi wakaf edukatif bagi TPQ Baiturrahman, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para santri di kemudian hari.


Melalui program pendampingan PKBM ini, kami sebagai mahasiswa KKM MITSEVA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung proses belajar santri TPQ Baiturrahman, khususnya dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kreatif. Kami juga berharap program ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan lembaga pendidikan masyarakat, sehingga kehadiran KKM tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi mampu meninggalkan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungan TPQ.







Sunday, January 4, 2026

Sepak Terjang BKMM di Masjid Baitul Muqaddam Telah Menginspirasi Mahasiswa KKM 85 MITSEVA akan Rasa Kepedulian

 

Masjid bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial umat. Gambaran inilah yang kini terasa kuat di Baitul Muqaddam. Sejak BKMM diaktifkan pada tahun 2022, masjid ini perlahan mengalami perubahan signifikan yang tidak hanya dari segi aktivitas keagamaan, tetapi juga dalam peran sosialnya di tengah masyarakat.

BKMM hadir sebagai pegiat masjid yang tidak sekadar mengisi agenda seremonial, melainkan membangun ekosistem masjid yang ramah, aktif, dan fungsional. Sejumlah kegiatan rutin diselenggarakan, mulai dari Jumat Berkah hingga peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Hari Santri. Kehadiran program-program tersebut menjadikan masjid semakin hidup dan terbuka bagi berbagai kalangan.

Salah satu program yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat adalah Jumat Berkah. Program ini tidak hanya menghadirkan nilai ibadah melalui sedekah dan berbagi, tetapi juga menjadi sarana menghidupkan masjid secara nyata. Antusiasme jamaah pun meningkat dari waktu ke waktu.

Bu Soliha, salah satu anggota BKMM di Masjid Baitul Muqaddam, mengungkapkan bahwa keberadaan Jumat Berkah membawa perubahan besar.

“Alhamdulillah, semenjak ada Jumat Berkah jamaah sholat Jumat melonjak banget. Terutama anak-anak jadi rajin, bahkan anak-anak yang biasanya keluyuran juga banyak yang mampir ikut sholat,” tuturnya.

Selain berdampak pada peningkatan jumlah jamaah, Jumat Berkah juga menyentuh aspek yang kerap luput dari perhatian, yakni kenyamanan dan keamanan jamaah. Sejak program ini berjalan, pengelolaan parkir di lingkungan masjid menjadi lebih aman, mengingat sebelumnya sering pernah terjadi pencurian. Para pegiat BKMM turut mengakomodasi kebutuhan tersebut, terutama saat jumlah jamaah meningkat tajam pada hari Jumat.

Hal sederhana seperti pengamanan parkir ini memberi dampak besar. Jamaah merasa lebih tenang dan nyaman saat beribadah tanpa kekhawatiran terhadap kendaraannya. Inisiatif ini menunjukkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus melalui program besar dan formal, melainkan juga melalui kepedulian pada kebutuhan praktis jamaah.


Melalui berbagai kegiatan yang digerakkan BKMM, Masjid Baitul Muqaddam kini tampil sebagai ruang publik religius yang inklusif. Selain diramaikan oleh doa, tetapi juga kepedulian, kebersamaan, dan rasa aman membersamai suasana lingkup masjid Baitul Muqaddam. Pengalaman inilah yang kemudian menginspirasi mahasiswa KKM 85 MITSEVA untuk memahami bahwa memakmurkan masjid adalah bagian dari pengabdian sosial yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Saturday, December 27, 2025

Peresmian KKM 85 MITSEVA Desa Pojok: Awal Sinergi Menuju Pemberdayaan

            Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 85 MITSEVA resmi dibuka pada Jumat, 26 Desember 2025, bertempat di Dusun Pojok, Kecamatan Dampit. Peresmian ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selama masa KKM berlangsung.




Acara peresmian dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota KKM Kelompok 85 MITSEVA. Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al Quran, sambutan ketua KKM, sambutan dari Bapak Gatot selaku PJ Kepala Desa beserta perwakilan desa lainnya, dilanjut dengan pemaparan program kerja, dan diakhiri penyerahan vest terhadap perwakilan kelompok sebagai simbol peresmian.

Presentasi program kerja tersebut mendapat respon yang sangat antusias dari para tokoh desa. Salah satu tokoh desa secara khusus menaruh ketertarikan pada program kerja pengembangan aplikasi alarm bencana yang dirancang untuk dapat dikontrol melalui gawai dan terhubung dengan speaker di beberapa titik wilayah RT. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan sekaligus tantangan bagi kelompok ini agar ke depannya aplikasi ini dapat dioperasikan dengan lebih sederhana, bahkan tanpa memerlukan gawai, mengingat sebagian masyarakat,khususnya lansia masih mengalami keterbatasan dalam penggunaan teknologi. Menanggapi hal tersebut, ketua KKM menyampaikan bahwa program ini akan diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia dalam kelompok, dan apabila belum sepenuhnya sesuai harapan, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan KKM berikutnya.

Dalam sambutannya, Ahsan selaku Ketua KKM sekaligus Koordinator Desa menegaskan bahwa kegiatan KKM ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Ia juga mengutip pemikiran Tan Malaka yang menjadi spirit kelompok, “Jika mahasiswa sebagai kaum terpelajar merasa dirinya lebih pintar sehingga tidak mau melebur dengan masyarakat, lebih baik pendidikan itu ditiadakan saja.” Dengan berbekal semangat Solid Tanpa Batas, Kompak Sampai Tuntas, Kelompok 85 MITSEVA berkomitmen untuk melangkah bersama masyarakat, saling menguatkan, dan menyelesaikan setiap tantangan dengan penuh kekompakan.




Pihak desa menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang dan berharap terjalin kerja sama yang harmonis selama kegiatan berlangsung. Dukungan dan bimbingan dari masyarakat diharapkan dapat menunjang kelancaran seluruh program kerja yang telah direncanakan.

Dengan dilaksanakannya peresmian ini, KKM UIN Malang Kelompok 85 MITSEVA secara resmi memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan seluruh program kerja dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pojok.


Penutupan KKM 85 MITSEVA Desa Pojok Dirangkaikan dengan Peluncuran Aplikasi Sigap Pojok

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 85 MITSEVA resmi ditutup pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Pojok. Acara ...